Online Trading

Online Trading Syariah

Apakah POST Syariah?

Panin Sekuritas Online Stock Trading Syariah atau POST Syariah adalah sistem perdagangan saham melalui internet (online stock trading) dimana saham-saham yang bisa ditransaksikan adalah saham-saham yang sesuai dengan prinsip syariah sebagaimana yang diatur dalam Fatwa Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia (“DSN-MUI”) dan peraturan Bapepam-LK mengenai pasar modal syariah.

POST Syariah telah memperoleh Sertifikasi dari Dewan Syariah Nasional berdasarkan Surat Keputusan Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia No. 007.18.02/DSN-MUI/XI/2012 tanggal 12 November 2012 tentang Kesesuaian Syariah atas Sistem POST Syariah untuk PT Panin Sekuritas Tbk. Dengan demikian POST Syariah dapat digunakan untuk melakukan transaksi saham secara syariah.

Perbedaan POST Syariah dan POST Reguler

Beberapa perbedaan POST Syariah dan POST Reguler adalah:

  • Tidak dapat melakukan order beli dan order jual atas saham-saham yang tidak masuk dalam Daftar Efek Syariah (“DES”),
  • Tidak dapat melakukan order jual atas saham yang tidak dimilikinya (Ba’i al-Ma’dum/short selling),
  • Hanya dapat melakukan order beli sebesar dana tunai yang tersedia di rekening dana nasabah, tidak dapat membeli saham dengan menggunakan fasilitas pembiayaan transaksi (margin trading)

Fitur-fitur POST Syariah

POST Syariah memiliki fitur-fitur yang sama dengan aplikasi POST-Pro reguler, antara lain Running Trade, Order Book, News, Company Profile, Daily Recommendation, Daily Technical, Chart, Order Tracking, Portfolio, Indexes, Stock Summary dan Broker Summary. Namun dalam POST Syariah ada beberapa penambahan fitur yang disesuaikan dengan prinsip-prinsip syariah, yaitu:

  • Memberikan dua opsi tampilan, yaitu tampilan hanya saham-saham syariah atau tampilan seluruh saham di BEI,
  • Pembatasan (filter) untuk tidak dapat melakukan order beli/jual atas saham-saham non syariah, short selling dan margin trading,
  • Menu Information Syariah yang memuat daftar terbaru atas saham-saham yang termasuk kategori syariah.

Cara pembukaan rekening POST Syariah?

Calon nasabah mengisi Formulir Pembukaan Rekening Efek dan Akad Pembukaan Sub Rekening Efek Reguler Syariah. Setelah diverifikasi, selanjutnya nasabah menyetor dana deposit ke Rekening Dana Nasabah. Panin Sekuritas akan mengirimkan user id, password dan pin melalui email nasabah yang dapat digunakan untuk mengakses POST Syariah.

Untuk existing nasabah Panin Sekuritas yang ingin menggunakan POST Syariah, maka nasabah tersebut mengisi Akad Pembukaan Sub Rekening Efek Reguler Syariah yang dapat diperoleh di kantor-kantor cabang atau Customer Service kantor pusat.

Untuk mengakses POST Syariah, maka nasabah harus mengunduh (download) aplikasi POST Syariah yang dapat diperoleh melalui website POST (www.post.co.id), kantor-kantor cabang terdekat atau Call Center Online Trading di kantor pusat. Selanjutnya aplikasi tersebut di-install di komputer nasabah yang memiliki koneksi internet. Setelah melakukan instalasi, nasabah dapat menggunakan user-id, password dan PIN untuk log-in dan menggunakan fitur-fitur yang tersedia di POST Syariah.

Publikasi & Acara Terbaru

19 June 2017

PANIN SEKURITAS MERAIH PENGHARGAAN INDONESIA DIGITAL INNOVATION AWARD 2017 for Financial Industry

Panin Sekuritas memperoleh penghargaan INDONESIA DIGITAL INNOVATION AWARD 2017 for Financial Industry yang diberikan oleh Warta Ekonomi pada hari Jum’at 16 Juni 2017 di Grand Ballroom Pullman Hotel, Jakarta.

22 May 2017

Panin Sekuritas Meraih Penghargaan Indonesia Most Admired Companies Award 2017

Panin Sekuritas memperoleh penghargaan Indonesia Most Admired Companies Award 2017 yang diberikan oleh Warta Ekonomi pada hari Jum’at 19 Mei 2017 di Grand Ballroom Pullman Hotel, Jakarta.

Baca Selengkapnya

06 June 2017

PRESS RELEASE - PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT MARK DYNAMICS INDONESIA Tbk (“PERSEROAN”)

PENAWARAN UMUM PERDANA SAHAM PT MARK DYNAMICS INDONESIA Tbk (“PERSEROAN”)

29 March 2017

Pelatihan Pasar Modal - Panin Sekuritas Medan

Bagaimana Cara Mendapatkan Untung Dengan Memanfaatkan Naik Turunnya Saham ?

Baca Selengkapnya